Memahami Serat Centhini

Posted by admin | October 28, 2011 3

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa setiap kebudayaan akan semakin kaya dan dikenal banyak orang karena kumpulan sastranya. Selain sebagai media penyebaran, karya sastra juga dapat menjadi media untuk menyimpan dan ‘mengamankan’ kebudayaan tersebut dari gempuran perubahan zaman. Salah satunya yang ada pada budaya Jawa dengan Serat Centhini.

Dalam budaya Jawa, Serat Centhini disebut juga Suluk Tambanglaras atau Suluk Tambangraras-Amongraga. Serat Centini merupakan sebuah karya kesusastraan Jawa Baru yang menghimpun pengetahuan dan kebudayaan Jawa agar tidak mengalami kepunahan. Untuk mempermudah penyebarannya, biasanya Serat Centini disampaikan dalam berntuk tembang.

Serat Centhini disusun berdasarkan ksiah perjalanan putra putri Sunan Giri pasca kalah dari Pangeran Pekik dari Surabaya dari kerajaan Mataram. Kisah pun dimulai dengan perjalanan mereka untuk melakukan perkelanaan karena kekuasaan Sunan Giri telah dihancurkan oleh mataram.

Dalam perjalanan perkelanaan, merekapun mengalami berbagai peristiwa dan kejadian yang semakin membuat mereka dewasa secara spiritual.  Dalam pertemuannya dengan beberapa tokoh seperti guru, tokoh gaib dalam mitos Jawa Kuno serta beberapa juru kunci makam-makam keramat di tanah Jawa mereka belajar mengenai segala macam pengetahuan budaya Jawa.

Kebudayaan khas Jawa tersebut sangat beragam seperti candi, makna suara burung gagak dan prenjak, khasiat burung pelatuk, petunjuk pembuatan kain lurik, perhitungan tanggal hingga kisah Syekh Siti Jenar dan lainnya. Kebanyakan pelajaran tersebut merupakan tuntunan dalam masyarakat dan budaya Jawa untuk kehidupan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa Serat Centhini adalah ensiklopedi mengenai masyarakat dan kebudayaan Jawa. Isinya pun beragam sesuai dengan kebudayaan Jawa seperti persoalan agama, kebatinan, dunia keris. Karawitan dan tari, tata cara membangun rumah, pertanian, primbon, makanan dan minuman serta cerita-cerita kuno dan adat istiadat mengenai budaya Jawa.

Serat Centhini bisa jadi bukan sekedar karya sastra dan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa. Namun lebih dari itu, Serat Centhini merupakan pedoman bagi mereka yang memegang teguh petuah dan nilai luhur khas budaya Jawa. Serat Centhini juga menjadi referensi lengkap bagi mereka yang ingin mengetahui dan mempelajari kebudayaan Jawa. Sebagai salah satu seni budaya Indonesia, Serat Centhini juga merupakan aset kekayaan dan keragaman kebudayaan Indonesia.

  • 1152_13003079598-tpfil02aw-12008

3 Responses

Leave a Reply

latest posts from Karya

wirablog
Gambar 44 besar  tanggal 16 agustus 2014

Khoirul Anwar Sang Penemu Sinyal 4G

Posted on Sep 19, 2014 in Karya | no responses

AAN20130501002-e1367398257939

Budi, Penyulap Desa Melung menjadi Desa Internet Pertama

Posted on Jul 11, 2014 in Karya | no responses

latest posts from Prestasi

Rintya dan Nailul
44073_large

Telur Busuk Membuat Nama Antonius Wisnu Harum

Posted on Sep 11, 2014 in Prestasi | no responses

P14-070912-001

March Boedihardjo jadi Mahasiswa di Usia 9 Tahun

Posted on Aug 19, 2014 in Prestasi | one comment