Mengenal Lebih Dekat Museum Layang-Layang Jakarta

Posted by admin | January 31, 2012 5

Memutar waktu kembali ketika kita masih kanak-kanak, mungkin masih terbesit kegembiraan yang sungguh polos ketika kita bermain layang-layang bersama kawan-kawan sekampung. Mengejar kesana kemari, belajar mengikatkan tali yang benar agar layang-layang terbang dengan sempurna, hingga rasa kesal ketika layang-layang menyangkut di dahan pohon atau rumah milik orang lain. Tentu pengalaman itu bagi sebagian orang tidak pernah lekang oleh waktu, meski usia terus bertambah.

Tapi tahukah Anda bahwa Jakarta menyediakan sebuah tempat yang cukup unik, dimana kita bisa kembali membangkitkan memori indah kita tentang layang-layang. Adalah Museum Layang-Layang, tempat yang akan diulas lebih jauh pada artikel kali ini.

Tak hanya berperan sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga ternyata populer dengan deretan museum-museumnya. Setelah sebelumnya juga diulas beberapa museum yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, kini kita bergeser ke arah Selatan Jakarta untuk mengenal lebih jauh Museum Layang-Layang.

Museum yang dikelola oleh swasta ini terletak di Jl. H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Tak seperti kebanyakan museum di Jakarta yang menganut arsitektur gedung pada abad ke-17, Museum Layang-Layang justru relatif berukuran kecil dengan bangunan mirip rumah-rumah daerah di Indonesia seperti Rumah Joglo.

Tapi jangan salah, meski terbilang tidak terlalu besar, museum yang buka hampir setiap hari sejak pagi hingga sore hari ini menyimpan cukup banyak koleksi layang-layang khas dari seluruh penjuru nusantara. Bahkan, Museum Layang-Layang juga berhasil mengumpulkan koleksi layang-layang dari mancanegara dengan bentuk yang unik-unik.

Dengan harga tiket masuk yang relatif murah jika dibandingkan ketika Anda berbelanja di mall-mall di kawasan Jakarta, Museum Layang-Layang tak cuma menampilkan berbagai macam koleksi layang-layang dari seluruh penjuru Nusantara. Di museum yang dikelola oleh Ibu Endang Ernawati ini, kita bisa menikmati tiga suguhan menu utama.

Hal yang pertama akan dilakukan ketika mengunjungi museum yang satu ini adalah menyaksikan suguhan audiovisual yang isinya tentang sejarah layang-layang, berbagai jenis layang-layang, serta cara yang benar dalam menerbangkannya. Setelah itu kita akan dipandu oleh kakak-kakak (tour guide) untuk melihat koleksi layang-layang yang unik-unik seperti layang-layang berbentuk Capung, Wayang, Kupu-kupu dan masih banyak lagi.

Terakhir, di Museum Layang-Layang ini kita akan diajak dan diajarkan cara membuat sebuah layang-layang. Kreativitas dibutuhkan pada kegiatan yang terakhir ini, pasalnya pihak pengelola museum sudah menyediakan hampir seluruh kebutuhan membuat layang-layang, jadi kita tinggal mengikuti instrukksi yang diberikan oleh pihak pengelola. Setelah selesai kita pun bisa membawa pulang layang-layang hasil kreasi kita, atau menerbangkannya langsung di halaman museum. Seru bukan?

Tak hanya itu, Museum Layang-Layang Jakarta juga memberikan keistimewaan pada pengunjungnya untuk bisa belajar membuat keramik, melukis payung, melukis kaos, melukis wayang, hingga membatik. Coba Anda bayangkan, berapa banyak keterampilan yang bisa diperoleh ketika mengunjungi museum Layang-Layang?

Lewat museum yang satu ini memori kita serasa diputar kembali ke masa kanak-kanak. Bahkan, bentuk dan ukuran layang-layang yang ditampilkan di museum ini juga cocok untuk dijadikan inspirasi bagi anak-anak generasi penerus bangsa. Mari kita lestarikan museum-museum di Indonesia, dengan mengenali dan memahami lebih jauh makna di balik koleksi-koleksi yang ditampilkan.

photo courtesy of http://robdocs.wordpress.com

  • dsc_0196

5 Responses

Leave a Reply

latest posts from Museum

latest posts from Prestasi

Rintya dan Nailul
44073_large

Telur Busuk Membuat Nama Antonius Wisnu Harum

Posted on Sep 11, 2014 in Prestasi | no responses

P14-070912-001

March Boedihardjo jadi Mahasiswa di Usia 9 Tahun

Posted on Aug 19, 2014 in Prestasi | one comment