Mengenal Suku Dani di Tanah Papua

Posted by admin | June 3, 2011 23

Papua memang memiliki daya tarik dan eksotisme tersendiri. Selain memiliki pemandangan yang luar biasa sebagai pemanja mata, provinsi paling ujung Indonesia ini juga memiliki keunikan dari suku yang bermukim di dalamnya. Salah satunya adalah Suku Dani yang mendiami sebuah wilayah di Lembah Baliem, Wamena, Papua.

Meskipun banyak orang menyebut mereka dengan sebutan Suku Dani, namun orang Suku Dani sendiri menyebut mereka sebagai Suku Parim. Suku Dani atau Suku Parim ini termasuk suku yang masih memegang teguh kepercayaan mereka. Salah satunya adalah selalu memberi hormat pada orang-orang yang sudah meninggal. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengadakan upacara serta penyembelihan babi.

Suku Dani juga merupakan salah satu suku di Papua yang masih mengenakan Koteka yang terbuat dari kunden kuning. Para wanitanya pun masih menggunakan pakaian berjuluk wah yang berasal dari rumput/ serat dan tinggal di Honai-Honai (sebuah gubuk yang beratapkan jerami/ilalang).

Sebagian masyarakat Suku Dani sudah memeluk agama Kristen, akibat pengaruh misionaris Eropa yang pernah datang ke lokasi tersebut sekitar tahun 1935. Kendati demikian Suku Dani masih memiliki kepercayaan adat yang lebih dikenal dengan konsep yang dinamakan Atou yang dipercaya bahwa segala kesaktian yang dimiliki oleh para leluhur suku Dani diberikan secara turun temurun kepada kaum lelaki. Kesaktian tersebut antara lain kesaktian menjaga kebun, kesaktian mengobati atau menyembuhkan penyakit sekaligus menghindarinya, serta kesaktian untuk memberi kesuburan pada tanah yang digunakan untuk bercocok tanam. Suku Dani juga memiliki simbol yang mereka namakan Kaneka. Lambang tersebut dipakai saat upacara tradisi yang bersifat keagamaan.

Meskipun sebagian telah menganut agama Kristen, namun suku yang tinggal di hutan-hutan dengan iklim tropis yang sangat kaya akan flora dan fauna ini masih melakukan serangkaian upacara adat, salah satunya adalah Rekwasi. Rekwasi adalah sebuah upacara adat yang dilakukan untuk menghormati para leluhur. Di Rekwasi, para prajurit biasanya akan membuat tanfa dengan lemak babi, kerang, bulu-bulu, kus-kus, sagu rekat, getah pohon mangga, dan bunga-bungaan di bagian tubuh mereka. Saat melakukan upacara ini, para peserta juga melengkapi dirinya dengan senjata tradisional seperti tombak, kapak, parang, dan juga busur beserta anak panahnya.

Masih banyak keunikan tradisi warisan leluhur yang tersimpan pada Suku Dani yang dijaga dengan sangat baik oleh warganya. Mereka percaya bahwa menghormati para nenek moyang serta leluhur merupakan cara yang tepat dalam menghargai alam serta isinya.

photo courtesy of: http://trek-papua.com/

  • danis-warior

23 Responses

Leave a Reply

latest posts from Warisan

Bahasa Indonesia
tari-pendet

Belajar Tari Bali: Pendet

Posted on Mar 19, 2014 in Warisan | one comment

kuta (1)

Kampung Adat yang Masih Bertahan di Kabupaten Ciamis

Posted on Mar 15, 2014 in Slider | one comment

latest posts from Prestasi

IMG_5317
Prof-Ir-RM-Sedyatmofix

Goresan Indah Sang Penemu Cakar Ayam

Posted on Sep 13, 2013 in Prestasi | 6 comments

Photo: Yoppy "Kelana" Pieter

Rasinah, Penari Topeng Indramayu yang Melegenda

Posted on Aug 29, 2013 in Berita | 15 comments

Links:oakley sunglasses outletoakley sunglasses outletBeats By Drecheap beats by dreCheap Beats By Drecheap beats by drelouis vuitton outletlouis vuitton outletlouis vuitton outletray ban sunglasses outletcheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by dreray ban sunglasses outletray ban sunglasses outletray ban sunglasses outletray ban sunglasses outletoakley sunglasses outletoakley sunglasses outletoakley sunglasses outletChristian louboutin outletChristian louboutin outletChristian louboutin outletChristian louboutin outletlouis vuitton outletlouis vuitton outlet