Kisah Sadewa dan Kepatuhan Terhadap Orang Tua

Posted by adityarukmana | April 10, 2012 3

Kisah pewayangan memang memiliki keunikan tersendiri. Tokoh dan cerita yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan di dunia nya lengkap disertai dengan intrik mereka yang menarik. Salah satunya ada pada kisah Sadewa.

Sadewa atau Raden Sadewa atau Tangsen merupakan kembaran dari Raden Nakula yang merupakan bungsu dari Pandawa Lima. Sadewa memiliki sifat jujur, setia, taat, dapat menjaga rahasia, dan ahli menggunakan pedang. Dibandingkan dengan saudara kembarnya, Sadewa punya keunikan tersendiri. Jika Nakula tidak dapat lupa akan segala hal, maka Sadewa juga memiliki ingatan yang kuat dan pandai dalam menganalisis sesuatu. Sadewa juga ahli dalam metafisika yang ia peroleh dari Ditya Sapulebu yang ia kalahkan saat Pandawa membangun negara Amartha di Hutan Mertani.

Sadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati, seorang putri dari Begawan Badawanganala dan dianugrahi seorang putra. Ia juga mempersunting Dewi Rasawulan yang dimaksudkan agar unggul di perang Bharatayudha. Menurut legenda, siapapun yang menikahi Dewi Rasawulan, maka ia akan unggul dalam perang Bharatayudha.

Sadewa merupakan pribadi yang taat kepada orang tua. Bukti kepatuhannya pada orang tua terbukti pada peristiwa Sudamala. Dikisahkan, sebelum pecah perang Bharatayudha terdapat dua raksasa penjelma Citraganda dan Citrasena yang bernama Kalantaka dan Kalanjaya. Kedua raksasa tersebut menimbulkan kegusaran dala diri Dewi Kunti yang mana merupakan ibu tiri dari Sadewa. Dewi Kunti memohon kepada Batari Durga agar kedua raksasa tersebut dimusnahkan.

Namun, Batari Durga meminta Sadewa sebagai tumbalnya. Mendengar hal tersebut Dewi Kunti pun menolaknya. Namun sesampainya di Amarta, Dewi Kunti kerasukan jin bernama Kalika yang merupakan anak buah dari Batari Durga. Dewi Kunti pun menyuruh Sadewa untuk menjadi tumbal. Sadewa yang patuh pun menyanggupi permintaan ibunya tersebut.

Sadewa pun menyerahkan diri kepada Batari Durga. Ternyata Batari Durga meminta Sadewa untuk meruwatnya menjadi putri cantik. Sadewa punt tidak dapat menyanggupinya, sementara Batari Durga yang marah lalu mengejar untuk memangsanya. Beruntung Sang Hyang Narada mengetahui hal tersebut dan meruwwat Batari Durga. Sadewa pun tidak dimangsa oleh Batari Durga.

Kisah Sudamala memang menjadi pembuktian betapa Sadewa begitu patuh terhadap orang tua meskipun resiko yang ia harus hadapi menyangkut keselamatan dan nyawanya sendiri. Hal ini menjadi contoh dan teladan bagi setiap anak kepada orang tuanya bagaimana dapat lebih menghormati dan menghargai orang tua meskipun harus mengorbankan kepentingan diri sendiri.

  • Pandawa Lima

3 Responses

Leave a Reply

latest posts from Warisan

Bahasa Indonesia
tari-pendet

Belajar Tari Bali: Pendet

Posted on Mar 19, 2014 in Warisan | one comment

kuta (1)

Kampung Adat yang Masih Bertahan di Kabupaten Ciamis

Posted on Mar 15, 2014 in Slider | one comment

latest posts from Prestasi

IMG_5317
Prof-Ir-RM-Sedyatmofix

Goresan Indah Sang Penemu Cakar Ayam

Posted on Sep 13, 2013 in Prestasi | 6 comments

Photo: Yoppy "Kelana" Pieter

Rasinah, Penari Topeng Indramayu yang Melegenda

Posted on Aug 29, 2013 in Berita | 15 comments

Links:oakley sunglasses outletoakley sunglasses outletBeats By Drecheap beats by dreCheap Beats By Drecheap beats by drelouis vuitton outletlouis vuitton outletlouis vuitton outletray ban sunglasses outletcheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by drecheap beats by dreray ban sunglasses outletray ban sunglasses outletray ban sunglasses outletray ban sunglasses outletoakley sunglasses outletoakley sunglasses outletoakley sunglasses outletChristian louboutin outletChristian louboutin outletChristian louboutin outletChristian louboutin outletlouis vuitton outletlouis vuitton outlet